ASURANSI

Pahami Risiko yang Bisa Kamu Hadapi Jika Tidak Memiliki BPJS

Syarif Maulana
30-Apr-2021

BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan) adalah sebuah badan hukum publik yang bertanggung jawab langsung pada presiden dengan tugas memberikan jaminan kesehatan nasional kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011, semua pekerja yang terdaftar pada sebuah perusahaan wajib menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan. Namun pada prakteknya masih banyak perusahaan yang tidak mengikuti peraturan dengan tidak mendaftarkan karyawannya pada program BPJS.

Dari pihak pemerintah tentunya sudah menyiapkan sanksi atau denda bagi pemilik usaha yang tidak mau mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan. Sanksi tersebut berupa sanksi administratif, yang berarti perusahaan akan mengalami kesulitan saat memiliki urusan dengan pemerintah daerah setempat. Biasanya di awal berupa teguran dan jika masih tidak berubah bisa sampai tidak mendapat pelayanan publik.

Contohnya saat akan mengurus perpanjangan izin usaha yang bisa jadi ditolak sebelum pekerjanya menjadi peserta BPJS dulu. Karena peraturan mengenai hal ini sudah diatur di undang-undang jadi pelaksanaannya juga tentunya ketat.

Risiko Bagi Perusahaan yang Tidak Membayarkan BPJS Kesehatan

Layanan yang akan dibatasi oleh pemerintah bagi perusahaan pelanggar seperti:

  • Tidak bisa mengikuti tender proyek
  • Tidak diberi izin memiliki pekerja asing
  • Tidak bisa mengurus izin mendirikan bangunan

Selain perusahaan, yang bisa dikenai sanksi pemerintah adalah pekerja yang tidak memiliki BPJS. Sanksi yang mungkin didapatkan antara lain:

  • Tidak bisa mengurus izin mendirikan bangunan
  • Tidak bisa mengurus sertifikat tanah
  • Tidak bisa mengurus surat izin mengemudi

Jadi pastikan perusahaan tempatmu bekerja memberikan BPJS pekerjaan sebelum kamu merasakan sanksi dari pemerintah. Dan jika masih belum kamu bisa hubungi perusahaan untuk segera menguruskan.

Perusahaan memiliki kewajiban hukum untuk mendaftarkan pekerjanya ke BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan, tapi masih saja ada perusahaan yang tidak mau mengeluarkan biaya lebih untuk hal ini.

Untuk pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan ditanggung bersama antara perusahaan dan pekerja pada porsi yang diatur undang-undang. Jadi perusahaan harus mengeluarkan sejumlah uang dan karyawan akan mendapat potongan sekian persen dari upahnya untuk iuran BPJS. 

Risiko Tidak Memiliki BPJS Kesehatan Mandiri

Untuk BPJS Kesehatan mandiri kamu bisa saja mengurus sendiri BPJS dan menanggung sendiri pembayarannya tiap bulan. Berdasarkan informasi terbaru biaya BPJS Kesehatan mandiri mengalami kenaikan yang cukup signifikan dari tahun sebelumnya:

  • Iuran BPJS Kesehatan Kelas 1: Rp 150.000
  • Iuran BPJS Kesehatan Kelas 2: Rp 100.000
  • Iuran BPJS Kesehatan Kelas 3: Rp 35.000

Ada beberapa risiko yang bisa kamu dapatkan jika tidak memiliki BPJS Kesehatan pribadi

Biaya Kesehatan Mahal

Salah satu keuntungan memiliki BPJS Kesehatan adalah biaya kesehatan kamu akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Terlebih, limit pertanggungannya lebih besar daripada asuransi kesehatan. Nah, jika kamu tidak memiliki BPJS Kesehatan dan asuransi kesehatan secara bersamaan tentu akan merugikan kamu karena harus mengeluarkan biaya kesehatan yang tidak murah.

Tidak Mendapatkan Pelayanan Medis 

Untuk beberapa kasus kesehatan, kamu yang memiliki penyakit dalam kondisi kritis harus melakukan operasi baik operasi kecil atau besar yang biayanya sangat mahal. Jika kamu tidak memiliki BPJS Kesehatan, tentu kamu harus mengeluarkan uang pribadi dalam jumlah besar mulai dari puluhan hingga ratusan juta. Akan sangat disayangkan jika kamu tidak bisa mendapatkan pelayanan medis hanya karena masalah biaya.

Tidak Merasa Perlu Punya BPJS Karena Sudah Memiliki Asuransi Lain

Salah satu alasan untuk enggan memiliki BPJS biasanya karena sudah memiliki asuransi sendiri dari perusahaan swasta. Memang asuransi dari perusahaan swasta memiliki polis yang terlihat lebih baik daripada BPJS, tapi kamu tetap perlu memiliki BPJS. Dengan manfaat yang dimiliki kedua asuransi bisa digabungkan agar keuntungannya lebih maksimal. BPJS juga memiliki cakupan yang luas dalam perlindungan kesehatan, di sisi lain asuransi swasta memiliki polis yang disesuaikan dengan besaran iuran yang kamu bayar tiap bulannya.

Kesimpulan

Sesuai peraturan yang ditetapkan pemerintah, setiap pekerja wajib terdaftar dalam program BPJS apapun alasannya. Diluar dari keharusan untuk memiliki BPJS keamanan yang diberikan BPJS dalam perlindungan kesehatan cukup luas sehingga kamu tidak perlu kuatir harus membayar mahal jika sedang sakit dan perlu tindakan medis.

Jika perusahaan enggan mendaftarkan pekerjanya kamu bisa mendesak perusahaan untuk melaksanakan kewajibannya dengan dasar hukum yang jelas agar kamu dan pihak perusahaan terhindar dari sanksi yang berlaku.