PROPERTI

Perhitungkan Dulu Yuk, Lebih Untung Take Over Kredit atau Beli Rumah Second?

Syarif Maulana
16-Apr-2021

Tahukah kamu bahwa rumah dengan status kredit juga bisa dibeli sama seperti mobil. Proses itu namanya take over kredit rumah. Katanya membeli rumah dengan cara take over kredit bisa menguntungkan, lho. Alasannya, karena over kredit rumah berarti mengambil alih dan melanjutkan kredit kepemilikan rumah orang lain hingga rumah tersebut lunas. 

Pertama-tama pembeli akan membayarkan uang ke penjual untuk menggantikan uang muka yang sudah dikeluarkan penjual untuk rumah tersebut. Pembeli bisa untung karena harga jual rumah biasanya lebih rendah jika dibandingkan jual-beli rumah yang memang sudah lunas.

Proses over kredit juga harus melibatkan pihak bank yang berfungsi sebagai pemberi kredit. Jika kamu melakukannya di bawah tangan, maka hal tersebut bisa menjadi masalah di kemudian hari.

Biar langkah kamu tidak salah di kemudian hari, ada beberapa hal yang harus kamu periksa saat ingin melakukan take over kredit sebagai berikut:

Mengecek Harga Rumah di Pasaran

Ketika kamu menemukan iklan orang yang menjual rumah dengan cara take over kredit dengan harga terjangkau, kamu jangan langsung tergiur. Kamu harus cek dulu harga rumah di pasaran daerah tersebut. Siapa tau rumah yang dijual harganya lebih tinggi dari harga rumah di pasaran dan membuat kamu rugi.

Kamu bisa melakukan perbandingan dengan cara mengecek harga rumah di situs jual beli online atau di situs penjualan properti. Jika memang harganya termasuk masuk akal, kamu bisa hubungi si pembeli dan mengatur waktu untuk survei.

Cek Rumah yang Ingin Kamu Beli

Setelah tertarik dan harga rumah masuk dalam bujet kamu, selanjutnya kamu bisa mengecek rumah yang akan kamu beli. Periksalah beberapa hal seperti lokasi rumah banjir atau tidak, akses ke rumah tersebut, kondisi rumah, dan beberapa hal lain.

Penjual pasti akan mengatakan kondisi rumahnya oke dan tidak ada masalah, kamu jangan langsung percaya, kamu bisa memanggil tukang untuk melakukan pengecekan jika memang sudah tertarik untuk membeli rumah tersebut.

Cek Dokumen KPR Penjual

Jika kamu sudah cocok dengan rumahnya, kamu bisa langsung menanyakan dan mengecek dokumen kredit pemilikan rumah (KPR) rumah yang akan kamu beli. Kamu bisa periksa semua perjanjian KPR rumah tersebut dan sertifikat rumah yang dipegang oleh bank, pastikan semuanya sah dan memenuhi legalitas. Jika sertifikat dan dokumennya ternyata bermasalah, sebaiknya kamu cari rumah lain. Tidak mau kan kamu beli rumah dalam keadaan sengketa atau bermasalah.

Hitung Nilai Transaksi Jual Beli Rumah

Jual-beli rumah KPR berbeda dengan jual-beli rumah yang sudah lunas. Pastikan apa yang harus kamu bayarkan ke pemilik dan sisa cicilan yang harus kamu angsur di kemudian hari. Jangan lupa untuk memastikan cicilan yang kamu bayarkan tiap bulan gak lebih dari 30 persen penghasilan. 

Tujuannya agar cash flow kamu tidak berantakan. Jangan lupa cek riwayat pembayaran si pemilik rumah, apakah ada tunggakan atau denda dan sebagainya.

Surat Pengalihan Kredit

Langkah selanjutnya adalah membuat surat pengalihan atau peralihan hak atas tanah dan bangunan. Wajib dijelaskan pula bahwa penjual menyatakan hak-haknya sudah beralih kepada si pembeli dengan jelas dan terperinci. Pembuatan surat itu bisa dilakukan dengan bantuan notaris. Setelah itu, surat bisa diberikan kepada pihak bank sebagai pemberi kredit.

Bank akan Memproses Peralihan KPR

Setelah surat pengalihan kredit dan hak atas tanah dan bangunan diberikan, bank akan melakukan proses pengecekan terlebih dahulu untuk sejarah pembayaran debitur lama alis pembayaran si penjual. Setelah itu, debitur atau si pembeli juga akan diperiksa oleh bank.

Jika memang prosesnya lancar, kamu akan dilanjutkan untuk proses berikutnya.

Yang jadi pertanyaan apakah take over kredit lebih menguntungkan dari beli rumah bekas atau second? Jawabannya, adalah iya karena biasanya harga rumah take over kredit lebih rendah karena orang yang menjual rumah kesulitan membayar cicilan KPR rumah tersebut jadi kamu bisa menawar atau negosiasi di harga yang disetujui kedua belah pihak.