abisgajian.id

Hunian

"Punya properti di umur segini udah mampu belum ya? kok kayaknya nabung ga kekejar ya.. harus nunggu sampe pensiun dulu kayaknya buat kekumpul uangnya. padahal pengen yang lokasinya di deket kantor nih.. kemarin di properti expo ada penawaran yang menarik”

Memiliki hunian baik itu berupa rumah tinggal atau apartemen menjadi impian dari semua orang. Tapi bagaimana caranya apabila kondisi keuangan terutama tabungan kamu belum mencukupi? 

Yuk mengenal lebih dalam tentang produk perbankan yang dapat membantu kamu memiliki hunian yaitu Kredit Kepemilikan Rumah (KPR). KPR merupakan fasilitas pinjaman dari Bank yang dapat membantu kamu untuk memiliki hunian impian kamu!

Kalkulator KPR

Simulasikan terlebih dahulu rencana pinjaman kamu agar sesuai dengan kondisi finansial kamu saat ini.

Uang Muka
30 %
Jangka Waktu
64 bulan
Uang Muka (Rp)
Rp 0
Total Pinjaman (Rp)
Rp 0
Bunga (%)
0
Angsuran (Rp)
Rp 0
Syarat dan Ketentuan :
(*) Perhitungan diatas hanya berupa simulasi dan bersifat tidak mengikat
(**) Suku bunga dapat berubah sewaktu-waktu sesuai ketentuan Bank
Target
Frequently Ask Question (FAQ) : KPR
1. Apa keuntungan mengambil KPR?
  • Kepemilikan hunian bisa menjadi investasi jangka panjang untuk kamu. Dalam jangka pendek, nilai rumah memang akan berfluktuasi, tetapi nilai itu secara bertahap akan meningkat
  • Pengambilan hunian melalui KPR memberikan kepastian penyelesaian pembangunan dan legalitas karena dikerjasamakan dengan Bank
  • Hanya perlu menyiapkan dana uang muka atau down payment (DP) sehingga tidak perlu menunggu lama untuk memiliki hunian. Bahkan saat ini beberapa Bank dan developer menawarkan program DP mulai dari 0%
  • Memiliki pinjaman terutama KPR dapat membangun sejarah kredit kamu. Pembayaran cicilan yang rutin dan tepat waktu dapat menjadi bukti bahwa kamu adalah peminjam yang bertanggung jawab yang akan membantu saat kamu ingin mengambil pinjaman lainnya
2. Apa Saja Jenis-Jenis KPR?
  • KPR Subsidi
  • KPR yang mendapatkan bantuan dari Pemerintah yang bertujuan untuk memfasilitasi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah atau sesuai kelompok sasaran. Subsidi biasanya akan diberikan dalam bentuk suku bunga kredit atau uang muka
  • KPR Konvensional
  • KPR yang dapat diajukan oleh seluruh kalangan kepada Bank dimana ketentuan dan persyaratan yang ditetapkan oleh Bank yang bersangkutan
  • KPR Syariah
  • KPR yang menggunakan prinsip transaksi Syariah yaitu jual-beli (murabahah)
  • KPR Multiguna atau KPR Refinancing
  • Fasilitas pinjaman dari Bank dimana kamu bisa menggunakan rumah kamu sebagai jaminan untuk memperoleh dana tunai. Dana tersebut bebas digunakan untuk memenuhi kebutuhan kamu
  • KPR Take Over
  • Fasilitas dari Bank yang memungkinkan kamu untuk memindahkan pinjaman pembiayaan yang telah berjalan di Bank lain dengan adanya keuntungan berupa tambahan limit pinjaman
3. Jenis Hunian yang Dapat Dibiayai dengan KPR?
  • Rumah
  • Apartemen
  • Ruko
  • Rukan
4. Bagaimana Proses Pengajuan KPR?
  1. Melakukan Simulasi
  2. Untuk mengukur kemampuan limit beserta cicilan berdasarkan pendapatan yang diterima saat ini
  3. Memilih Hunian
  4. Dengan melakukan survey ke developer atau datang ke Bank dan meminta informasi lokasi-lokasi properti yang sudah bekerjasama dengan Bank
  5. Memilih Bank penyedia jasa layanan KPR
  6. Membayar Booking Fee/Tanda Jadi
  7. Sebagai bukti pemesanan properti sehingga properti yang diinginkan tidak dibeli oleh orang lain selain itu tanda jadi juga biasanya dibutuhkan oleh Bank untuk memproses pencairan kredit
  8. Pelunasan Uang Muka
  9. Mengisi Form Pengajuan Kredit ke Bank
  10. Serta siapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan sesuai dengan syarat dan ketentuan dari Bank. Selanjutnya Bank akan melakukan proses analisa permohonan kredit dan survey appraisal nilai hunian. Apabila kredit disetujui maka kamu dapat melakukan akad kredit untuk pencairannya
5. Jenis Dokumen dan Sertifikat Hunian yang Relevan dalam Melakukan Pengajuan KPR?
  1. SHM (Sertifikat Hak Milik)
    • Sertifikat atas kepemilikan penuh hak tanah tanpa batas waktu yang dimiliki pemegang. Tanah dengan sertifikat SHM dapat diwariskan dan hak dapat diperjual belikan maupun dijadikan agunan untuk pinjaman
    • SHM merupakan sertifikat dengan hak yang paling kuat karena pihak lain tidak dapat campur tangan atas kepemilikan. Tanah dengan sertifikat SHM hanya boleh dimiliki oleh WNI
  2. Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB)
    • Sertifikat atas hak seseorang untuk mendirikan dan mempunyai bangunan-bangunan diatas tanah yang tidak dimiliki pemegang
    • Tanah tersebut merupakan tanah yang dimiliki oleh perseorangan, pemerintah atau badan hukum lainnya. SHGB berlaku hingga 30 tahun dan dapat diperpanjang hingga 20 tahun. Karena ini, property dengan sertifikat SHGB menjadi peluang usaha lebih terbuka untuk kalian yang mau memiliki properti tetapi tidak bermaksud untuk menempati dalam waktu lama
    • Hak dapat dimilki oleh setiap WNI, badan hukum Indonesia yang berkedudukan di Indonesia dan juga non WNI
  3. Surat Pemesanan Rumah (SPR)
    • Pengisian SPR biasanya mendampingi proses pembayaran booking fee atau uang tanda jadi ke developer untuk memastikan agar kavling yang dipilih menjadi hak kamu dan tidak dijual ke pihak lain
    • SPR dibuatkan oleh Developer dan berisi dengan Nama Perumahan, Nama kamu sebagai konsumen, Tipe Unit yang dipesan, Harga Unit, Besaran Down Payment (DP) yang dibayar, Total Limit KPR dan ketentuan lainnya. Dokumen akan ditandatangani oleh Developer dan kamu
  4. PBB (Pajak Bumi dan Bangunan)
    • Pajak yang ditanggung oleh orang pribadi atau badan hukum yang mendapatkan keuntungan karena hak atas tanah dan bangunannya
    • Dokumen PBB adalah Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) yang disertai bukti pembayaran
  5. PBB (Pajak Bumi dan Bangunan)
    • Satu kewajiban yang perlu dimilki sebelum membangun sebuah rumah
    • Surat IMB diberikan instansi dinas di wilayah pemerintah tingkat kota untuk setiap rencana pembangunan rumah baru, rehabilitasi atau renovasi. Bangunan yang dimaksud termasuk rumah tinggal, rumah susun, rumah ibadah, dan juga gedung perkantoran
6. Biaya Dalam Proses Pengajuan KPR?
Biaya pinjaman KPR akan berbeda di setiap bank. Tapi bisa dilihat bahwa rata-rata biaya yang harus dikeluarkan adalah 5-6% dari limit pinjaman KPR yang diberikan. Untuk lebih detailnya, berikut biaya-biaya yang harus dibayarkan selama proses pengajuan KPR yaitu :
  1. Down Payment atau Uang Muka
  2. Saat ini, Bank umumnya menetapkan uang muka KPR sebesar 0 % - 30% dari harga rumah. Besaran uang muka akan tergantung pada kebijakan Bank masing – masing
  3. Biaya Notaris
  4. Notaris dibutuhkan untuk mengurus dokumen seperti Akta Jual Beli (AJB), perjanjian KPR dan dokumen legal lainnya. Biaya notaris akan tergantung kepada jumlah limit pinjaman KPR yang diberikan Bank dan juga lokasi rumah
  5. Biaya APHT
  6. Ada biaya yang dikenakan untuk mengurus Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT). APHT berfungsi sebagai jaminan bahwa kamu akan melunasi pinjaman ke Bank dan jika terjadi kredit macet, Bank bisa mengeksekusi rumah tersebut. Secara hukum, APHT wajib dibuat sebelum pinjaman bisa diberikan kepada nasabah
  7. Biaya BPHTB
  8. Saat transaksi proses jual beli rumah, kamu akan memperoleh hak atas rumah dan tanah tersebut sehingga biaya BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) wajib dibayarkan dengan nominal yang biasanya cukup besar yaitu dengan perhitungan 5% x (Harga Rumah – NJOPTKP)
  9. Biaya Penilaian / Appraisal
  10. Ada biaya yang dikenakan untuk melakukan proses penilaian (appraisal) atas tanah dan bangunan rumah yang dijaminkan
  11. Biaya Administrasi & Biaya Proses
  12. Biaya administrasi dan proses adalah tarif yang dikenakan untuk jasa Bank dalam memberikan KPR dan besarnya akan tergantung Bank
  13. Biaya Provisi Bank
  14. Pada umumnya, biaya biaya provisi KPR adalah 1% dari jumlah limit KPR yang diberikan
  15. Premi Asuransi Kebakaran
  16. Rumah dari KPR wajib untuk dilindungi oleh asuransi kebakaran untuk meminimalisir kerugian kamu dan Bank jika terjadi bencana kebakaran
  17. Premi Asuransi Jiwa
  18. Bank juga mewajibkan asuransi jiwa untuk kamu sebagai nasabah KPR untuk meminimalisir risiko gagal bayar jika nasabah meninggal dunia
7. Apa Persyaratan untuk Pengajuan KPR?
  • Warga Negara Indonesia (WNI) dan berdomisili di Indonesia
  • Umur minimal 21 tahun, maksimal 55 tahun (pegawai) atau sesuai dengan ketentuan pensiun di perusahaan dan 60 tahun (profesional/wiraswasta) pada saat masa pinjaman berakhir
  • Memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap, dengan masa kerja minimal 1 tahun (pegawai) atau minimal masa usaha 2 tahun (profesional/wiraswasta)
8. Dokumen Apa Saja yang harus Dipenuhi untuk Pengajuan KPR?
No Jenis Dokumen Pegawai Profesional Wiraswasta
1 Dokumen formulir aplikasi yang diisi lengkap dan benar
2 Fotokopi KTP Pemohon & suami/istri
3 Fotokopi Surat Nikah/Cerai (bagi yg telah menikah/cerai)
4 Fotokopi Kartu Keluarga
5 Fotokopi rekening koran/tabungan 3 bulan terakhir
6 Fotokopi NPWP Pribadi
7 Dokumen asli slip gaji terakhir/ surat keterangan penghasilan dan surat keterangan jabatan
8 Fotokopi neraca laba rugi/informasi keuangan terakhir
9 Fotokopi Akte Pendirian Perusahaan dan izin-izin usaha
10 Fotokopi izin praktek profesi
11 Fotokopi dokumen kepemilikan agunan : SHM/SHGB, IMB & PBB
9. Apa yang Dimaksud dengan Bunga Tetap (Fixed Rate)?
  • Bank menggunakan bunga tetap (fixed rate) atau bunga mengambang (floating rate) untuk menetapkan bunga KPR. Bunga tetap atau fixed rate adalah metode penetapan bunga yang besarnya tingkat bunga tidak berubah untuk masa waktu tertentu atau selama masa pinjaman. Dengan menggunakan bunga tetap, perubahan dalam bunga pasar tidak akan mempengaruhi besarnya jumlah bunga pinjaman.
  • Bank sering mengombinasikan fixed rate dengan floating rate dalam program promosi mereka. Pada umumnya, Bank menggunakan penetapan bunga tetap pada 1 s/d 5 tahun pertama masa KPR. Selanjutnya, Bank akan menggunakan bunga mengambang yang mengacu ke bunga pasar yang berlaku
10. Apa yang Dimaksud dengan Bunga Mengambang (Floating Rate)?
  • Bunga mengambang (floating rate) adalah adalah metode penetapan bunga dimana besarnya tingkat bunga dapat berubah setiap saat selama jangka waktu pinjaman karena mengacu ke bunga pasar. Dengan demikian, di sini tingkat bunga KPR yang didapat bisa berubah-ubah sesuai dengan bunga pasar yang berlaku
Pelajari Produk Lainnya

Artikel