abisgajian.id

Kartu Kredit

"Perlu beli laptopnya sekarang, tapi di luar budget bulan ini."
" Sebenernya mau travelling sih, tapi sayang kalau duit bulan ini kepake untuk jalan-jalan aja."

Sekarang dunia menuju "cashless society" dan semakin banyak alat pembayaran pengganti uang tunai yang beredar. Salah satu yang sudah tidak asing lagi adalah kartu kredit. Kartu ini diterbitkan oleh bank yang bekerja sama dengan perusahaan provider. Provider ini lah yang menyediakan sistem pembayaran pada kartu dan menghubungkan kartu dengan merchant alias toko. Beberapa contoh provider digunakan oleh perbankan Indonesia, antara lain Mastercard, Visa, JCB, dan American Express.

Sebenernya gimana cara bekerja kartu kredit? Untuk kartu debit sudah jelas, dimana setiap transaksi itu men-"debit" atau mengunnakan dana yang berasal dari rekening kamu. Jadi kamu hanya bisa bertransaksi sesuai dengan jumlah uang yang ada di rekening mu. Tapi kartu kredit mengunnakan dana yang berasal dari bank penerbit kartu berupa "limit" dan bersifat pinjaman.
Seperti semua pinjaman, pengunaan kartu kredit akan ditagih dan wajib dibayar pada waktu yang sudah disepakati, baik secara angsuran ataupun pelunasan sekaligus. Beban bunga dan denda akan muncul saat terjadi keterlambatan pembayaran tagihan.

Kartu Kredit : FAQ
Apa Keuntungan Kartu Kredit?

Fitur pembayaran tagihan merupakan layanan pembayaran secara otomatis sesuai tanggal yang dipilih kamu sebagai pemegang kartu kredit. Dengan begitu, pembayaran dapat dilakukan tanpa menyita waktu, sekaligus menghindarkan terlambat bayar dan munculnya denda tagihan.

Fasilitas cicilan 0%
Kamu juga bisa membayar secara menyicil tanpa dikenakan bunga, sehingga pembayaran menjadi lebih ringan dibanding fasilitas pinjaman lain, seperti KTA. Fasilitas ini berupa cicilan 0 persen yang bisa dimanfaatkan di merchant-merchant yang bekerja sama dengan Bank penerbit kartu kredit kamu.

Meringankan pengeluaran
Kartu kredit memiliki berbagai macam penawaran menarik berupa potongan harga, cashback, ataupun voucher belanja, yang membuat pengeluaran jadi lebih irit.
Contohnya, kamu bisa menghemat hingga 10 persen setiap berbelanja keperluan domestik di Hypermart dengan menggunakan kartu kredit Bank Mandiri Hypermart Classic Card.

Memudahkan transaksi dalam valuta asing
Dengan kartu kredit, kamu bisa bertransaksi di berbagai negara tanpa harus menukar uang ke mata uang negara tujuan. Dengan kartu kredit, nominal transaksi akan langsung dikonversikan ke rupiah sesuai kurs yang berlaku saat itu.

Memudahkan kelola keuangan
Semua transaksi yang dilakukan akan tercatat dalam lembar tagihan yang bisa dijadikan patokan untuk mengatur rencana keuangan di bulan berikutnya. Kamu pun bisa semakin mudah melacak pengeluaran yang dilakukan.
Apa Syarat Pengajuan Kartu Kredit?

Umumnya, pengajuan kartu kredit menjadi lebih mudah disetuju kalau kamu sudah punya kartu kredit sebelumnya. Sebab, bank dapat dengan mudah dan cepat menilai kelayakan nasabah mendapatkan kartu kredit baru melalui kartu kredit yang telah dimiliki sebelumnya.

Namun, selama persyaratan dan ketentuan pengajuan dipenuhi, bank tidak ada alasan untuk menolak permohonan kartu kredit.
Berikut ini persyaratan umum yang biasanya selalu diterapkan oleh bank penerbit kartu kredit di Indonesia.

Persyaratan Dokumen

  1. Kartu identitas, berupa KTP bagi warga negara Indonesia (WNI) atau Kitas/Paspor bagi warga negara asing (WNA).
  2. Bukti penghasilan, berupa slip gaji bagi karyawan atau rekening koran bagi wiraswasta dan profesional.
  3. NPWP, umumnya bagi pengajuan kartu kredit dengan limit di atas Rp 50 juta.
  4. Akta pendirian usaha/ SIUP bagi calon nasabah wiraswasta atau pengusaha.
  5. Surat izin profesi bagi calon nasabah profesional.
  6. Formulir pengajuan kartu kredit yang telah ditandatangani pemohon.

Persyaratan non-Dokumen

  • Syarat usia
      • Pemegang kartu utama: usia mulai dari 21 tahun hingga 65 tahun
      • Kartu tambahan: mulai dari 17 tahun hingga 65 tahun
  • Penghasilan Minimal
      • Kartu kredit pertama dengan jenis regular: minimal penghasilan mulai dari Rp 3 juta per bulan atau Rp 36 juta per tahun
      • Kartu kredit premium: minimal bisa sampai di atas Rp 10 juta tergantung dari kebijakan bank penerbit kartu
  • Memiliki riwayat keuangan yang baik
    Bank dapat melihat histori kredit calon nasabah di Sistem Layanan Informasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (SLIK-OJK). Jika kamu pernah bermasalah dengan pinjaman bank, punya tunggakan cicilan, atau bahkan gagal bayar, pengajuan kartu kredit ada kemungkinan di tolak.
Bagaimana Cara Mengajukan Kartu Kredit?

Umumnya, pengajuan kartu kredit menjadi lebih mudah disetuju kalau kamu sudah punya kartu kredit sebelumnya. Sebab, bank dapat dengan mudah dan cepat menilai kelayakan nasabah mendapatkan kartu kredit baru melalui kartu kredit yang telah dimiliki sebelumnya.

Namun, selama persyaratan dan ketentuan pengajuan dipenuhi, bank tidak ada alasan untuk menolak permohonan kartu kredit.
Berikut ini persyaratan umum yang biasanya selalu diterapkan oleh bank penerbit kartu kredit di Indonesia.

Persyaratan Dokumen

  1. Kartu identitas, berupa KTP bagi warga negara Indonesia (WNI) atau Kitas/Paspor bagi warga negara asing (WNA).
  2. Bukti penghasilan, berupa slip gaji bagi karyawan atau rekening koran bagi wiraswasta dan profesional.
  3. NPWP, umumnya bagi pengajuan kartu kredit dengan limit di atas Rp 50 juta.
  4. Akta pendirian usaha/ SIUP bagi calon nasabah wiraswasta atau pengusaha.
  5. Surat izin profesi bagi calon nasabah profesional.
  6. Formulir pengajuan kartu kredit yang telah ditandatangani pemohon.

Persyaratan non-Dokumen

  • Syarat usia
      • Pemegang kartu utama: usia mulai dari 21 tahun hingga 65 tahun
      • Kartu tambahan: mulai dari 17 tahun hingga 65 tahun
  • Bagaimana Cara Mengajukan Kartu Kredit?
      • Kartu kredit pertama dengan jenis regular: minimal penghasilan mulai dari Rp 3 juta per bulan atau Rp 36 juta per tahun
      • Kartu kredit premium: minimal bisa sampai di atas Rp 10 juta tergantung dari kebijakan bank penerbit kartu
  • Memiliki riwayat keuangan yang baik
    Bank dapat melihat histori kredit calon nasabah di Sistem Layanan Informasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (SLIK-OJK). Jika kamu pernah bermasalah dengan pinjaman bank, punya tunggakan cicilan, atau bahkan gagal bayar, pengajuan kartu kredit ada kemungkinan di tolak.
Apa saja Biaya-Biaya Terkait Kartu Kredit?

Iuran tahunan
Biaya yang dikeluarkan pemegang kartu sebagai kompensasi atas penggunaan fasilitas dan layanan yang diberikan penerbit kartu. Semakin lengkap fitur kartu dan semakin premium jenis kartu, semakin tinggi biaya tahunan yang dikenakan.

Denda keterlambatan
Jika kamu terlambat membayar tagihan kartu kredit, terdapat penalti yang menambah beban tagihan berikutnya. Biasanya sekitar 3 persen dari total tagihan.

Biaya bunga
Setiap transaksi yang dilakukan menggunakan kartu kredit dengan sistem cicilan akan dikenakan biaya bunga mulai dari 0 hingga 2,25 persen per bulan.
Namun, pada merchant-merchant pilihan terdapat fasilitas cicilan nol persen.

Biaya kelebihan pemakaian (over limit)
Jika pemakaian melebihi limit kartu kredit, kamu harus membayar biaya over limit. Umumnya, biaya over limit berkisar antara Rp 40 ribu - Rp 150 ribu.

Biaya tarik tunai
Kartu kredit juga memiliki fitur tarik tunai melalui mesin ATM seperti kartu debit, tapi ini mengenakan biaya sekitar 4-6 persen dari total dana yang ditarik.
Contoh: Kamu melakukan tarik tunai senilai Rp 2 juta dengan biaya tarik tunai 6 persen, maka biaya yang harus dibayar pada tagihan berikutnya adalah sebesar Rp 120 ribu.

Biaya konversi mata uang
Terdapat biaya jika kartu kredit digunakan sebagai alat pembayaran untuk valuta asing. Biaya tersebut terdiri dari dua jenis biaya. Pertama adalah biaya yang dikenakan oleh provider kartu kredit, seperti Mastercard atau Visa, sebesar 1-2 persen. Kedua adalah biaya yang dikenakan oleh bank penerbit kartu kredit sebesar 1,5-2,5 persen dari nilai transaksi.

Biaya penggantian kartu rusak atau hilang
Ada biaya mulai dari Rp 30 ribu - Rp 75 ribu untuk membuat kartu baru.

Biaya materai
Transaksi di atas Rp 250 ribu - Rp 1 juta memerlukan materai senilai Rp 3 ribu. Sementara, untuk transaksi ]di atas Rp 1 juta, diperlukan materai senilai Rp 6 ribu.

Biaya cetak tagihan bulanan
Untuk mencetak tagihan bulanan, ada biaya cetak yang besarnya tergantung kepada bank penerbit kartu kredit.
Jika kamu tak ingin biaya tersebut, bisa memilih fitur e-statement dimana tagihan dikirim lewat email.

Biaya salinan tagihan
Salinan tagihan juga dikenakan biaya sesuai kebijakan penerbit kartu kredit. Umumnya, biaya mulai dari Rp 5 ribu - Rp 30 ribu.

Biaya salinan bukti transaksi
Salinan bukti transaksi kepada pihak bank dikenakan biaya mulai dari Rp 25 ribu - Rp 100 ribu per slip tagihan. Biasanya, ini digunakan ketika kamu ingin melakukan komplain terhadap tagihan yang dirasa tak sesuai, tapi dengan tidak sengaja sudah membuang bukti transaksi belanja.

Biaya pengambilan saldo kredit
Kalau kamu menutupan kartu tapi masih memiliki saldo kredit, bank penerbit kartu kredit akan mengembalikan saldo tersebut dan biaya transfer ditanggung oleh nasabah kalau ke rekening bank berbeda dengan bank penerbit kartu.

Biaya pembatalan cicilan
Kalau kamu ingin melunasi cicilan kartu kredit sebelum waktu jatuh tempo, maka aka nada biaya pembatalan cicilan yang biasanya berkisar antara Rp 200 ribu - Rp 250 ribu.

Biaya penolakan cek/giro atau auto-debit
Biaya yang dikenakan bila pembayaran tagihan ditolak oleh pihak bank karena tidak memenuhi persyaratan atau saldo tidak mencukup dimana biaya ini umumnya sebesar Rp 25 ribu -Rp 50 ribu.

Apa saja yang harus diperhatikan dalam Membayar Tagihan Kartu Kredit?
  • Tanggal Pembayaran Tagihan

Tanggal jatuh tempo adalah tanggal terakhir pembayaran tagihan kartu kredit dan akan selalu tertera di Tagihan. Pembayaran yang dilakukan melalui berbagai macam saluran yang tersedia membutuhkan waktu sekitar 2-3 hari untuk masuk ke rekening kartu kredit, dan bisa lebih lama jika terdapat hari libur.

Pembayaran tagihan telat juga akan dikenakan bunga berjalan.

  • Jumlah Pembayaran
  • Pembayaran Minimum (Minimum Payment)

Kamu diperbolehkan oleh bank untuk membayar sejumlah minimum tertentu, biasanya 10% dari total tagihan baru atau minimum Rp50.000,- (mana yang lebih besar), selambat-lambatnya pada saat jatuh tempo tagihan. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa kartu kredit bebas masalah dan kamu mematuhi syarat dan ketentuan yang ditetapkan bank. Sistem ini akan mengakibatkan kamu dikenakan bunga majemuk atau bunga berbunga oleh bank dari nilai sisa tagihan yang tidak dibayarkan pada saat jatuh tempo.

  • Pembayaran Penuh (Full Payment)

Kamu bisa membayar seluruh total tagihan yang tertagih di bulan tersebut dan dengan ini tidak akan dikenakan bunga.

  • Pembayaran Jumlah Berapapun antara Jumlah Minimum dan Total Tagihan Baru

Jika kamu kebetulan punya dana yang melebihi jumlah minimum tagihan namun tidak mencukupi untuk membayar tagihan penuh, kamu bisa menggunakan sistem ini. Tunjuannya untuk mengurangi jumlah tagihan tertunggak yang akan dikenakan bunga, sehingga akan mengurangi beban tagihan yang harus kamu bayar pada bulan berikutnya.

  • Pembayaran Cicilan Tetap (Fixed Installment)

Kamu juga bisa mencicil total tagihan yang tercetak menjadi cicilan tetap untuk jangka waktu 3, 6, atau 12 bulan sesuai dengan keinginan. Dengan sistem pembayaran ini, kamu akan dikenakan bunga tetap (flat).

  • Mekanisme Pembayaran Tagihan
  • Langsung di Kantor Cabang

Kamu bisa langsung datang ke kantor bank penerbit kartu kredit untuk melakukan pembayaran tagihan kartu kredit. Cara pembayaran lewat teller dengan setoran tunai ini biasanya dikenakan biaya berkisar antara Rp25.000 - Rp100.000.

  • Melalui ATM, SMS Banking, Phone Banking, atau Internet Banking

Dimana disediakan, pembayaran melalui ATM, SMS Banking, Phone Banking atau Internet Banking juga bisa dilakukan dan menggunakan fasilitas e-channel bank penerbit untuk membayar tagihan kartu kredit tidak akan menggenakan biaya.

  • Auto Debit

Fasilitas Auto Debit atau Penarikan Otomatis dimana tagihan akan langsung ditarik atau didebit dari rekening tabungan kamu. Rekening bank harus di bank sama dengan penerbit kartu kredit kamu.

      • yang dibutuhkan.
      • Analisa permohonan kredit.
      • Bank melakukan survey appraisal nilai asset properti.
      • Akad kredit disetujui, siapkan biaya KPR dan administrasi. Melakukan akad kredit di depan notaris.
      • Bayar cicilan tiap bulan.
Pelajari Produk Lainnya